Penulis: Sandi Wilmansyah Putra
Halaman:
ISBN:
Sinopsis: Buku ini lahir dari perjumpaan saya dengan dua desa di Pulau Bangka, Mapur dan Cit. Perjumpaan itu perlahan mengubah cara saya memandang desa. Saya menemukan bahwa desa bukan sekadar kumpulan potensi dan persoalan yang menunggu untuk dikembangkan, melainkan ruang hidup yang telah memiliki pengetahuan, kebiasaan, kebudayaan, dan cara sendiri dalam menghadapi kehidupan. Dari sana saya mulai mempertanyakan kembali makna bakti dan pemberdayaan: bukan tentang seberapa banyak yang diberikan, tetapi tentang seberapa jauh masyarakat memiliki kemampuan dan ruang untuk menentukan kehidupannya sendiri.



